Labels

Friday, 11 December 2015

Kenapa Masih Ragu untuk Menikah?


“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)
Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri darisalah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Ruum:21).
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).
Tiga golongan yang pasti Allah menolong mereka, orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang ingin membebaskan dirinya, dan orang yang menikah karena ingin menjaga dirinya (dari berbuat kenistaan). (HR Tirmidzi)
Luruskanlah niatmu, menikahlah untuk meraih keridhoanNya..
-Al Fityah Bdg-

Tips dan trik Bisnis dengan hypnotis (Halal).. Hypnosis for selling

Untuk anda para bisnisman atau pengusaha awal, masih merintis usaha ?
Ada tips dan trick bagaimana berkomunikkasi dengan konsumen anda..

ini dia sedikit Pengantar dari ebook willy wong :
Untuk mendownload ebook secara gratis link ada di bawah..

Hypno sis for Selling , sebagaimana saat ini sangat marak dijumpai sebagai topik di berbagai pelatihan di bidang penjualan, sebenarnya merupakan penerapan teori-teori hipnosis (hipnotis) modern dalam bidang penjualan (selling) .  
Seperti halnya pemahaman awal hipnosis pada umumnya hingga saat ini, masih banyak pula terdapat persepsi awal yang keliru dari sebagian masyarakat berkaitan dengan Hypnosis for Selling . Pernah seorang rekan bercerita kepada saya bahwa ia sempat berdebat keras dengan keluarganya saat hendak mengikuti sebuah pelatihan bertemakan Hypnosis for Selling , karena persepsi yang salah dari pihak keluarga tentang pemahaman hipnosis yang sesungguhnya.
  Kejadian hampir serupa sempat saya alami pula. Dalam suatu pelatihan internal yang saya rencanakan kepada tenaga penjualan di perusahaan, pihak atasan sempat meminta saya untuk mengganti istilah Hypnosis for Selling karena tidak ingin mendapat stigma sebagai perusahaan yang mengajarkan hipnotisme kepada tenaga penjualannya!  
 
Sebagaimana kegiatan hipnosis modern yang menggunakan pemahaman teknik yang murni ilmiah, maka demikianlah pula sebenarnya yang diterapkan dalam H y p n o s i s f o r S e lli n g . Ini merupakan teknik yang sangat masuk akal pula dalam memanfaatkan komunikasi kepada pikiran bawah sadar manusia.  
Meskipun terdapat beberapa pihak yang menyatakan bahwa
Hypnosis
for Selling tidak serta-merta dapat diklaim sebagai bagian langsung dari keilmuan hipnosis (seperti halnya S t a g e H y p n o sis atau Hypnotherapy ), namun bagaimanapun juga terdapat relevansi yang kuat dari kedua sisi ilmu hipnosis dan ilmu penjualan, sehingga pemanfaatan teori-teori hipnotisme untuk melakukan penjualan akan sangat efektif untuk digunakan.  Mengapa demikian? Karena kedua-duanya menitikberatkan pada pemberdayaan kualitas komunikasi manusia!  
Telah diketahui bahwa bidang penjualan sendiri merupakan bidang profesi paling tua dan paling dasar di dunia yang melibatkan komunikasi. Bidang penjualan sudah jauh lebih dulu hadir sebelum dikenal profesi lain yang menggunakan komunikasi pula seperti trainer , MC, komedian, dan sebagainya.  
Terlebih lagi, bidang penjualan juga menjadi unsur dasar segala jenis profesi. Seorang trainer , misalnya, sebelum ia melakukan pekerjaannya dalam memberikan pelatihan bagi pesertanya, ia “menjual” dirinya terlebih dahulu beserta manfaat pelatihannya.
 
Profesi lain yang jarang melibatkan interaksi sosial, seperti sekretaris, akuntan, ataupun programmer , bagaimanapun juga tetap melakukan unsur penjualan dalam kegiatannya, yaitu “menjual” kapabilitas ilmunya kepada pihak lain.  
Faktor utama yang menjadikan proses penjualan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan profesi lainnya adalah pemanfaatan komunikasi kepada pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.  Faktor komunikasi ini bersifat mutlak, dalam kaitannya untuk menyampaikan ide/gagasan kepada pihak lain untuk disetujui/dipercayai. Seorang penjual yang baik akan dapat disimpulkan sebagai seorang komunikator yang kompeten, yang mampu menyampaikan informasi manfaat dari barang/jasa yang dijualnya kepada pihak lain.  
Hal inilah yang sebenarnya mendasari adanya suatu persamaan faktor dari kegiatan penjualan dengan ilmu hipnosis, yaitu komunikasi, karena hipnosis sendiri adalah ilmu komunikasi yang menitikberatkan pada pikiran bawah sadar manusia (subconscious mind) .  Jadi pada prinsipnya H y p n o s i s f o r S e lli n g memanfaatkan kaidah- kaidah hipnotisme dalam berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar untuk diterapkan dalam bidang penjualan.  
Menurut teori hipnosis, pikiran bawah sadar merupakan pikiran yang lebih banyak memegang kendali terhadap tindakan dan perilaku manusia, yang persentasenya berkisar 88% dibanding dengan pikiran


sadar yang hanya 12%. Maka penyampaian suatu ide/gagasan dalam komunikasi akan lebih dapat diterima secara efektif apabila mampu mencapai pikiran bawah sadar lawan bicara.  
Maka apabila diaplikasikan dalam kegiatan penjualan, penyampaian ide secara persuasif (bujukan) agar calon pembeli / prospek setuju dan membeli dari kita akan lebih mudah dilakukan apabila komunikasi kita mampu menjangkau pikiran bawah dari calon pembeli / prospek. Oleh karena itu penerapan pola-pola bahasa hipnosis dalam teknik menjual menjadi hal yang perlu dipelajari dan diterapkan oleh si penjual.  
Pola-pola bahasa hipnosis yang digunakan dalam Hypnosis for Selling akan mengacu pada prinsip bagaimana cara menyampaikan sugesti (pesan kepada pikiran bawah sadar) dengan gaya Permissive (himbauan), yaitu secara tidak langsung, bukannya sugesti secara langsung yang bertipe Authorian (perintah).  
Penggunaan gaya
Authorian seperti yang digunakan pada Hipnosis
Pertunjukan
(Stage Hypnosis) tidak akan berjalan secara efektif dalam H y p n o s i s f o r S e lli n g . Mengapa? Karena dalam kegiatan penjualan kecil sekali kemungkinan untuk dapat melakukan tes sugestibilitas (mencari tahu apakah seseorang sangat responsif terhadap sugesti dari orang lain atau tidak).  

Jadi
H y p n o s i s f o r S e lli n g bukanlah mengajarkan agar Anda melakukan perintah kepada calon pembeli / prospek untuk secara serta- merta membeli dari Anda. Atau lebih jauh lagi dengan menggunakan r a pid in d u c tio n (induksi cepat) seperti menarik lengan lawan bicara secara tiba-tiba dan langsung diberikan sugesti.  
H y p n o s i s f o r S e lli n g lebih banyak mengaplikasikan penyampaian sugesti secara Permissive atau tidak langsung. Teknik penyampaian sugesti secara tidak langsung ini diperkenalkan oleh ahli hipnotis jenius yang bernama Milton Erickson (1901-1980). Kini metode penyampaian secara tidak langsung ini oleh kalangan hipnotis disebut sebagai Ericksonian Hypnosis.  
Bagi Anda yang mempelajari NLP (Neuro Linguistic Programming) pasti mengenal sosok Milton Erickson ini. Ya, ia adalah salah satu figur yang dipelajari dan dimodel oleh John Grindler dan Richard Bandler, penemu kaidah cara berpikir dan berkomunikasi secara efektif yang dinamakan Neuro Lingustic Programming (NLP) tersebut. Oleh karenanya, sebagian besar cara berkomunikasi dalam H y p n o s i s f o r Selling pada dasarnya mengacu pada prinsip Ericksonian Hypnosis, yang akan sangat serupa pula dengan kaidah NLP.  
Selain digunakan untuk mempengaruhi lawan bicara dengan Permissive , H y p n o s i s f o r S e lli n g juga memanfaatkan aspek self - hypnosis (hipnosis diri) untuk memperkuat motivasi dan pengembangan diri bagi si penjual. Sebuah kepercayaan diri dalam menjual menjadi faktor kunci,
 
sebagaimana juga sebuah kepercayaan diri yang mutlak diperlukan dari seorang penghipnosis untuk dapat menghipnosis subjeknya.  
Kaidah hipnosis berprinsip bahwa semua orang dapat dihipnosis, asalkan seseorang tersebut memahami komunikasi, bersedia secara sukarela, dan memiliki kemampuan fokus.  Prinsip yang sama berlaku pada H y p n o s i s f o r S e lli n g , bahwa sebenarnya semua orang dapat dibujuk secara persuasif atau diprospek, dengan syarat-syarat yang sama seperti di atas.  
Lebih lanjut lagi, dengan memiliki kemampuan komunikasi, semua orang dapat menghipnosis orang lain. Kemampuannya boleh jadi telah tumbuh sebagai bakat, sebagaimana halnya orang yang memiliki bakat berkomunikasi, namun dapat pula ditumbuhkan dan dipelajari. Maka, sama halnya pula dalam kegiatan penjualan, pada prinsipnya semua orang dapat melatih kompetensi dalam menjual.  
Teknik-teknik dalam
Hypnosis for Selling akan dapat Anda baca dan kita pelajari bersama-sama pada bab berikutnya...



Download ebook disini

Ketika Allah Menyeleksi Orang Beriman

📝
 Ingatlah ketika Bani Israil berkata kepada Nabinya, "Wahai Nabi, Ayo kita berjihad dan pilihlah pemimpin untuk kami.."
Maka dimulailah fase2 Tamhish/Seleksi..
✏ Ketika Allah mulai mewajibkan Jihad, sebagian dari mereka berpaling karena beratnya Jihad.. Dalam ujian pertama berguguranlah sebagian mereka.
✏ Kemudian Allah pun mengangkat pemimpin bagi mereka yg bernama Thalut, namun mereka menolak karena pemimpinnya bukan yg mereka harapkan.. Dalam ujian kedua ini berguguran lagi sebagian dari mereka.
✏ Kemudian berangkatlah Thalut beserta pasukannya ke medan tempur, perjalanan panjang di gurun pasir.. Tiba2 Thalut berkata, "di depan nanti kita akan melewati sungai, maka kalian tidak boleh meminum airnya kecuali hanya seteguk saja", apa yg terjadi ketika pasukan sdh tiba di sungai tersebut? Sebagian besar meminum banyak airnya dan memilih keluar dari barisan mujahidin.. Ujian ketiga datang lebih berat, dan berguguranlah sebagian mereka.
✏ Kemudian ketika pasukan yg bersama Thalut tinggal sedikit, tibalah mereka berhadapan dengan pasukan Jalut yg sangat banyak.. ini adalah ujian terakhir bagi pasukan Thalut. Maka berkatalah org2 yg sedari tadi banyak alasan yaitu mereka yg minum air, "wahai Thalut, mari kita kembali ke negeri kita, kita tidak akan mampu melawan pasukan Jalut"..
Dan Allah pun meneguhkan hati orang beriman yg masih teguh dg sebuah kemenangan, dan terbunuhlah Jalut oleh Daud as. Kemenangan bagi mereka yg Istoqamah di Jalan-Nya.
✏ Saudaraku, Allah selalu menyeleksi hamba-Nya agar diketahui siapa yg sabar, istiqamah dan siapa yg tidak sabar dan menyerah..
Perhatikanlah Kisah Thalut dan Pasukannya.. Setiap kali Allah berikan ujian, maka syetan tidak akan tinggal diam untuk melemahkan orang2 beriman dengan berbagai alasan.. dan ketahuilah, sekali saja kita menyerah oleh bujukan syetan, maka kita akan selalu banyak alasan untuk selamnya..
وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُور
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS. 3:154)
📍Saudaraku.. Kita sedang berjuang mempelajari Sunnah Rasulullah saw yg merupakan salah satu wahyu Allah. Ketahuilah, untuk sampai di puncak amal ini, Allah sudah Menyiapkan berbagai seleksi untuk kita.. dan ingatlah, syetan pun sdh menyiapkan berbagai perangkap dan alasan agar kita menyerah dan gagal sampai puncak..
Mari kita kuatkan langkah kita.. hal yg biasa jika diantara kita ada yg lebih kuat berjalan menuju puncak, dan ada pula yg tertatih2 tertinggal kelelahan, namun kondisi tersebut jangan dijadikan alasan, karena syetan selalu datang dg berbagai alasan.. yg lebih kuat mari raih tangan saudaranya yg kelelahan dan bantu untuk naik trus smp puncak.. tidak penting apakah kita sampai terakhir ataukah kita sampai duluan.. yang penting, kita semua mampu bertahan smp puncak dan bersama2 dapat menikmati indahnya alam di puncak sana.
Keep Hamasah..😊
Hervi Firdaus
Ribath-Al Fityah

Sunday, 29 November 2015

Cara Cepat Belajar Hypnotis (Hypnosis)

Halo...
Disini masih ada yang penasaran soal hypnosis ?
Atau kita kenal dengan hypnotis?
Mungkin anda tau dari televisi yang merupakan stage hypnosis atau dengan kata lain adalah hypnosis untuk pertunjukan..

Banyak pemahaman yang keliru soal hypnosis di masyarakat soal hypnosis itu sendiri.. ada yang berpendapat hypnosis adalah ilmu gaib, santet dll, yang berbau mistis.. jika anda berpikiran seperti itu berarti anda belum tau apa itu hypnosis yang sesungguhnya ...

Mungkin sekarang anda ingin tau lebih jauh tentang dunia perhipnotisan.. hypnosis merupakan sebuah komunikasi cabang dari ilmu dari psikologi yang dimana anda dapat berkomunikasi dengan suyet (subjek) dengan membuat si suyet lebih nyamman.

Untuk anda yang ingin praktek hypnosis anda dapat mempelajarinya secara otodidak maupun mengikuti trainer workshop yang banyak diselenggarakn seperti IHA, IBH dll

anda yang ingin belajar otodidak bisa membeli buku tentang hypnosis di toko buku pada bagian psikolog atau anda bisa coba download e-book2 yang tersebar di internet..

otodidak pastilah berbeda dengan yang mengikuti workshop.. jadi saran saya untuk mengikutinya di lembaga manapun..

untuk ebook nya saya beri ebook dari Mas Indra Tanara

mungkin ebook seperti ini jarang ditemukan karena saya mendapatkan nya di group..

langsung saja ini dia download

semoga bermanfaat...

Etika Berjabat Tangan

1. Berjabat tangan dengan wajah yang berseri-seri
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Disunatkan dalam berjabat tangan dengan wajah yang berseri-seri. Berdasarkan hadits Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Janganlah kamu meremekan suatu kebaikkan apapun sekalipun hanya menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri". Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Dzar Radhiyallahu anhu [HR Muslim 2626], dan masih banyak hadits lainnya yang membicarakan tentang hal ini."
2. Berjabat tangan dengan satu tangan.
Etika ini di ambil dari hadits yang memerintahkan untuk bermushafahah (berjabat tangan) karena itulah makna berjabat tangan secara etimologi.
Syaikh al-Albâni rahimahullah berkata, "Memegang dengan satu tangan dalam berjabat tangan. Sungguh telah terdapat penjelasanya dalam banyak hadits, bahkan asal usul lafadz mushâfahah secara etimologi menunjukkan hal ini. Dalam kamus Lisânul Arab : "al-Mushâfahah" artinya memegang dengan satu tangan, dan begitu juga at-tashâfuh.
Dan mushafahah dalam hadits bermushafahah (berjabat tangan) tatkala berjumpa, termasuk dalam makna ini. Mushafahah adalah perbuatan yang saling melengketkan telapak tangan dengan telapak tangan dan wajah menghadap wajah (saling berhadapan)".
Kemudian beliau membawakan hadits Hudzaifah diatas tentang keutamaan berjabat tangan seraya berkata : "Seluruh hadits-hadits ini menunjukkan bahwa yang sunnah dalam berjabat tangan adalah memegang dengan satu tangan. Sedangkan apa yang dilakukan oleh sebagian orang yang berjabat tangan dengan dua tangan adalah perbuatan yang menyelisihi sunnah." [Silsilah ash-Shahihah 1/22-23]
3. Tidak membungkuk Saat berjabat tangan, karena ini dilarang dalam agama.
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata :
Seseorang bertanya, 'Wahai Rasûlullâh, salah seorang dari kami berjumpa dengan saudaranya atau temannya, apakah ia menundukkan punggung kepadanya?' Beliau menjawab, 'Tidak,' Apakah ia merangkul dan menciumnya ?' Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, 'Tidak,' Apakah ia memegang tangannya kemudian ia berjabat tangan dengannya?' Beliau menjawab, 'Ya" [HR Tirmidzi 2728]
.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan "Makruh hukumnya menundukkan punggung dalam segala kondisi bagi sesorang, berdasarkan hadits Anas di atas, "Apakah kami menundukkan punggung" Beliau menjawab, "Tidak", dan tidak ada yang menyelisihi hadits ini. Dan jangan kamu tertipu dengan mayoritas orang yang melakukannya seperti orang-orang yang dianggap berilmu atau shâlih dan semisal mereka." [Al-Majmu' Syarh al-Muhazzab, Imam Nawawi (4/635)]
(majalah As-Sunnah Edisi 04-05/Tahun XV/1432/2011M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta)
Yuk kita sama-sama amalkan amalan yang satu ini.
-Al Fityah Bdg-

Kebahagiaan = Kekayaan/kemewahan dunia???

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al Hadid: 20)
"Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kebahagiaan adalah bahagia jika melaksanakan perintah Allah dan merasa sedih jika melakukan kemaksiatan. AllahTa’ala berfirman,
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97)
Karena amalan saleh/ kebaikan memberi ketenangan hati
Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa merasa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (mejadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no. 17894, dishahihkan al Albani dalam Shahîh al Jâmi no: 2881)
Lalu bagaimana cara untuk mendapatkanya? Jawabannya adalah ilmu, doa dan bersungguh-sungguh. AllahTa’ala berfirman,
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al-Ankabut: 69)
Ciri-ciri seseorang yang kehilangan kebahagiaan yang hakiki:
1. Pemarah
2. Pendendam
3. Hasad & Dengki
4. Kikir & Pelit
5. Rakus terhadap dunia
6. Tidak sabar
7. Egois
8. Riya
9. Cinta dunia
Tetap semangat perbaiki diri, tambah ilmu, amalkan ilmu, terus berdoa meminta kepadaNya bersabarlah atas itu semua..
Semoga kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya..

-Al Fityah Bdg-

Rindukah Kita Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala???

Oleh: Ust. Hervi Firdaus

📌 Tanpa kita sadari, Allah amat rindu kepada kita wahai saudaraku..
🔦 Allah selalu memberikan jalanNYA agar kita hambaNYA, kembali kepadaNYA..
📈 Iman kita turun naik, namun kerinduan Allah kepada kita tidak mengenal saat iman kita sedang di bawah atau sedang di atas..
📝 Sudah berapa banyak dosa kita, maksiat kita kepada Allah? Allah akan ampuni..
📝 Seberapa sering kita menyesali maksiat kita? Namun kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi..
📝 Namun Allah akan selalu menunggu kita, Allah selalu merindukan saat dimana kita kembali padaNYA, pada Fitrah kita sebagai seorang muslim..
🏃 Disaat kita lari jauh dariNYA, Allah akan terus menunggu kita, sampai kita bertaubat kepadaNYA..
Sahabat, Allah Ta'ala rindu akan taubatmu..
Lebih lengkapnya, silahkan download audio berikut smile emotikon
=Al Fityah Bdg=

Downlooad audio : disini